"I was born to be somebody, and this world will belong to me"

Kamis, 05 Mei 2011

Definisi 'Berjalan'

Wednesday, 4 May 2011
Location: Sempur, Bogor

Saat itu aku baru selesai kursus bahasa Inggris. Jalanan di depan tempat kursus-ku tampak ramai dan lalu lintasnya padat. Baru saja beberapa menit di dalam mobil, adik-ku berteriak
"Ah! Tas ketinggalan!"
Betapa bodohnyaaaa...???!!!
"Tas?!" bentakku tak percaya. "Yang bener aja dong!"
"Beneran ketinggalan nih! Gimana?" dengan santainya ia menjawab.
"Masa tas ketinggalan? Udah tau jalan rame begini, gimana ibu bisa muter balik?" kata ibuku sebal.
"Yaudah diambil dulu deh" kata adikku.
"Teh, temenin gih." ucap ibuku.
Lah?! Jadi saya yang kena?! Emang nasiiib, nasiiib.

Jadilah, aku dan adikku turun dari mobil di tengah lalu lintas yang padat itu. Lalu kami berlari menuju tempat kursus. Adikku lalu berlari mengambil tas-nya yang ketinggalan entah dimana. Setelah itu, kami langsung berlari balik ke tempat kami tadi turun dari mobil. Tapi... Mobil ibuku sudah lenyap!
"Yaaah... udah ga ada. Dimana tu mobil?" kata adikku.
"Yaudah, nyebrang dulu aja deuh," kataku masih sebal.
Kami pun menyebrangi jalan. Tapi, nihil! Mobil merah itu tak dapat ditemukan sejauh mata memandang.
"Udah kayak anak ilang aja nih!" kataku keki.
"Minta tolong polisi aja, teh" tunjuk adikku pada seorang polisi yang tengah mengatur lalu lintas.
"Atuh ntar jadi anak ilang beneran!" jawabku sedikit geli.
"Kalo nggak, ntar kalau ada mobil bak, kita loncat aja ke situ, teh!" usul adikku lagi.
'Iiiih, apa banget deh ni anak' batinku dalam hati. Lalu handphone ku bergetar, tanda ada telepon masuk.
"Teteh dimana?" terdengar suara ibuku di ujung telepon.
"Di depan sempur." jawabku.
"Teteh bawa uang ga? Naik angkot 03 aja, terus berhenti di dunkin donut. Ibu tunggu disana ya." kata ibuku.
"Tapi ga bawa uang nih!" kataku. Tuh kan, udah beneran anak ilang! kagak bawa duit sepeserpun!
"Yaudah, teteh balik lagi ke tempat les, terus minjem uang." kata ibuku lalu memutuskan sambungan.
Yaaaaaah.....

"Apa kata ibu?" tanya adikku.
"Disuruh balik terus minjem uang buat naik angkot." jawabku. Mirisnyaaaaa... Batinku dalam hati.
"Tapi udah lumayan jauh kalau mau balik lagi!" kata adikku.
"Ya udah lanjut jalan aja mau?" usulku setengah hati.
Eeeeh... Dia malah mau... Ckck...

Kami pun menyusuri jalan. Dari sempur ke pertigaan lampu merah. Tau ga berapa jauhnya? Ga tau kan? Sama! Yang jelas, CAPEK!

"Lain kali, awas kalau ketinggalan tas lagi! Ada-ada aja. Ketinggalan tas! Ketinggalan buku tuh masih normal!" omelku.

Di pertigaan, ibuku sudah menanti.
"Hahaha! Jadinya jalan?" tawa ibuku melihat kami berdua yang menderita setelah menempuh perjalanan tadi.

Karena ibuku memarkirkan mobilnya di dunkin donut, akhirnya kami pun harus BERJALAN lagi menuju dunkin donut.

Benar-benar...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar